Avatar for Mas Yusup

Di Balik Efek Relaksasi Daun Ganja

Daun ganja atau disebut sebagai Cannabis sativa merupakan tanaman yang dibudidayakan dan menghasilkan serat. Selain itu, daun ganja juga dikenal karena kandungan zat THC (tetrahidrokanabinol) dan CBD (cannabidiol), seperti dikutip dari Thegooddrugsguide,yang merupakan zat narkotika. Oleh sebab itu saat menghisap ganja, efek euforia kerap dirasakan.

Ganja sebenarnya dikategorikan sebagai soft drug, dan dapat dimixing dengan obat-obatan lain. Kendati demikian, efek yang dirasakan sangat cepat, hanya dalam waktu beberapa detik saja pengaruhnya dapat dirasakan secara langsung oleh tubuh. Dan dalam beberapa menit akan sangat terasa. Selain efek euforia, ganja juga memberikan rasa rileks. Penghisap ganja merasa jauh lebih tenang dan rileks dalam waktu yang singkat. Dan saat itu juga, indera penciuman dan perasa akan lebih sensitif dibandingkan mereka yang normal.

Gambar ganja

Gambar ganja

Gambar ganja

Pengaruhnya pada fertilitas pria

Memang efek relaksasi didapatkan saat menghisap ganja, tetapi kebiasaan buruk tersebut akan berefek buruk terhadap fertilitas pria. Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa ganja menurunkan hormon testosterone, di mana jumlah sperma juga akan menurun. Jika sudah demikian, tingkat kesuburan pria otomatis ikut turun dan potensi kehamilan menjadi rendah.

Pengaruhnya pada fertilitas wanita

Hampir sama halnya dengan pria, ganja juga memberikan efek buruk terhadap kehamilan. Mereka yang menghisap ganja memiliki potensi keguguran yang lebih besar ketimbang yang tidak. Selain itu, sirkulasi sel telur pun terganggu dan menyebabkan wanita jadi sulit hamil.

Efek jangka panjang

Ingat, rasa rileks dari menghisap ganja hanya bertahan selama beberapa jam saja. Selain itu zat yang ada di dalam ganja akan memberikan pengaruh buruk pada tubuh jika disalahgunakan. Secara umum, pengguna akan merasakan kelambanan dalam berpikir dan menjadi malas. Namun efek sakau hingga kematian, juga tak bisa dihindari bagi mereka yang sudah kecanduan.